Menu
Hacker Room
Informasi
Lifestyle
WebDev
psikologi

Sejak Kapan Sebaiknya Anak Diajarkan Ilmu Agama?

Kalau bisa sih sejak mulai lahir. Lah kenapa?

Soalnya, yang namanya ilmu agama itu kita pakai terus mulai dari lahir hingga kita tiada kelak. Kalau nggak diajarkan sedini mungkin, nanti akan susah untuk mengajarkannya. Ibaratnya itu, alah bisa karena sudah biasa. Kalau dibiasakan, maka akan mudah melakukannya.

Lalu, kalau bisa memang abi dan umi itu bekerja sama dalam mendidik anak tentang ilmu agamanya. Jangan sampai keduanya senantiasa disibukkan oleh pekerjaan sehingga anaknya lebih dididik oleh game Mobile Legend daripada abi uminya.

Makanya, kalau bisa memang kita sendiri juga jangan terlalu sibuk main HP aja. Biasakan untuk tidak memegang HP kecuali untuk sesuatu yang sangat penting seperti pekerjaan. Perbanyak waktu untuk membaca buku maupun berinteraksi dengan anak.

Anak-anak

Kita bisa mengajari anak kita dengan sesuatu yang sederhana seperti makan dengan tangan kanan, minum, mengambil barang dengan tangan kanan, mengucapkan terima kasih dan maaf, lalu bisa mengajak anak ke masjid jika anak sudah bisa dikondisikan untuk nggak mengganggu jamaah di masjid. Kalau anak perempuan, bisa diajarkan dengan mengenakan jilbab sejak kecil.

Tapi, mendidik anak kecil itu berbeda dengan mendidik anak yang sudah baligh. Kadang suka nggak diikuti. Misalnya aja, kita ajarkan pakai jilbab. Tapi nanti gerah terus jilbabnya dilepas. Ya nggak papa sih. Namanya juga masih belajar dan belum baligh. Tapi, kita ajak terus untuk pakai jilbab dengan cara yang santun supaya anak itu sudah terbiasa.

Banyak hal sih yang bisa kita ajarkan kepada anak selama abi uminya nggak sibuk sendiri dengan mainannya. Misalnya aja, kita bisa sudah mengajak anak untuk menulis artikel jika anak sudah mulai besar supaya terbiasa dakwah dengan tulisan. Lalu, bisa juga anak laki-laki diajarkan bela diri dan kegiatan fisik lainnya seperti memanah, berenang, berkuda, dan kendo supaya nanti bisa siap untuk memenuhi panggilan jihad jika Indonesia dijajah oleh musuh.

Nah, lalu bagaimana mengatasi berbagai kepribadian anak?

Ada anak yang gampang diatur, ada pula yang susah diatur. Itu memang harus sering kita dekati dan kita mencoba untuk memahami kepribadiannya karena yang namanya memahami kepribadian itu nggak cuma sehari dua hari melainkan bertahun-tahun. Kalau kita cuek aja kepada anak, kita nggak bisa paham dengan apa yang diinginkan anak sebenarnya, sehingga kita bisa salah menyikapi perilaku anak dan selalu menuduh anak dengan anak yang nakal.

Selain berinteraksi kepada anak dengan intens, kita perlu juga membekali diri kita dengan psikologi kepribadian dan psikologi perkembangan anak. Kalau bisa sih, baca buku tentang filsafat juga supaya kita bisa mengerti bagaimana kepribadian anak. Tapi, jangan lupakan buku-buku tafsir dan hadits karena di dalamnya biasanya kita menemukan langkah-langkah praktis untuk menyikapi kepribadian anak sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena kita nggak pernah baca buku-buku itu aja sih sehingga menyangka bahwa mempelajarinya itu susah. Padahal sih nggak. Ya tinggal dibaca aja. Perkaran nanti kita mudah paham atau tidak, itu kehendak Allah. Yang penting kita sudah usaha.

Random Articles

Caranya Supaya Bisa Fokus

Menyesuaikan Hasil SvelteKit untuk assets Android Studio

Daftar Isi

Cara Edit CSS Tanpa Reload dan Tanpa Framework JS

Inilah Mengapa Kita Harus Menulis

Cari