Menu
Hacker Room
Informasi
Lifestyle
WebDev
life

Yuk Membuat Aplikasi

Di zaman informasi ini, segala hal yang kita inginkan mampu kita lakukan dengan mudah. Salah satunya adalah membuat aplikasi. Nah, apakah aplikasi itu? Aplikasi adalah suatu perangkat lunak yang mengedepankan interaksi dengan penggunanya. Misalnya aja aplikasi mengukur berat badan ideal. Maka, pengguna memasukkan tinggi badan dan berat badan, lalu aplikasi akan mengukurnya dan menginterpretasikannya apakah dengan tinggi dan berat yang diinputkan oleh pengguna itu merupakan berat ideal atau tidak.

Akan tetapi, terkadang aplikasi tidak hanya berupa interaksi dengan penggunanya. Ada juga aplikasi-aplikasi yang hanya berisi konten seperti aplikasi yang berisi dengan kisah-kisah Nabi atau aplikasi yang berisi dengan resep-resep masakan.

Dengan definisi yang aku jabarkan di atas, maka kita bisa melihat bahwa aplikasi itu memiliki bentuk yang beragam. Ada yang bentuknya aplikasi desktop seperti WPS, Firefox, Inkscape, dan Gimp. Ada yang bentuknya merupakan CLI (Command Line Interface) seperti git, node, python, dan gcc. Ada yang berbentuk aplikasi Android. Ada yang bentuknya itu berupa file Power Point seperti kuis sederhana yang dibuat di Power Point. Ada yang berupa file Excel seperti pada aplikasi-aplikasi pengolah statistik sederhana (Anajohn dan Anbuso) maupun yang berbentuk pengolah angka seperti pengatur keuangan keluarga dan pengolah rapot sekolahan otomatis. Ada pula yang berbentuk website, biasanya dibangun dengan framework JavaScript untuk frontendnya seperti yang berbasis SvelteKit, Nuxt, maupun Next.

Tujuan Membuat Aplikasi

Apa sih tujuan membuat aplikasi? Pasti jawabannya beragam. Ada yang ingin memberikan manfaat kepada orang lain, memudahkan pekerjaan orang lain, maupun nyari duit. Nah, untuk mencari duit dengan modal aplikasi, ada banyak cara:

1. Admob

Admob adalah agen periklanan milik Google yang fokusnya adalah periklanan di aplikasi mobile. Nah, pasti kan sering tuh kamu lihat iklan-iklan yang muncul di aplikasi Android, baik itu yang berupa banner, interestial (iklan popup), video ads, maupun coin ads (iklan yang jika kita klik atau kita tonton, menambahkan koin di akun game kita). Iklan-iklan itu dikelola oleh Google. Jadi, walaupun kita mendownload aplikasi dan game dari Play Store secara gratis, developer tetap mendapatkan duit dari iklan yang tampil di aplikasi maupun game tersebut.

2. Adsense

Kalau yang kusebutkan di awal tadi kan, website itu termasuk aplikasi, walaupun dia nggak standalone alias membutuhkan browser untuk membukanya. Tapi, karena website-website zaman sekarang banyak yang memiliki interaktivitas yang baik seperti Figma, Facebook, Twitter, itu bisa dikatakan sebagai aplikasi. Cara mendapatkan duit dari aplikasi berbasis website adalah dengan Adsense, platform periklanan dari Google (lagi) yang memang dikhususkan untuk website. Untuk mendapatkan duit dari Adsense yang banyak, kita harus memiliki user aktif yang banyak dan tentu saja user-user itu berdatangan dari konten-konten kita yang berkualitas dan melimpah.

Antara Admob dan Adsense itu, manakah yang memberi kita duit lebih banyak? Sebenarnya sih nggak apple to apple from same tree sih. Tapi, kalau parameternya itu yang penting dapat duit dari iklan, lebih bisa dapat banyak kalau dari Admob.

Kenapa? Kan kalau aplikasi Android itu kita menginstallnya. Otomatis, kita akan lebih sering mengunjunginya jika dibandingkan dengan suatu website. Biasanya, suatu halaman website yang sudah kita kunjungi, kita nggak mengunjunginya lagi untuk kedua kalinya di website itu. Kecuali jika website itu merupakan panduan suatu tools (docs) maupun memang konten tersebut lagi viral.

Tapi ya kembali ke kenyamanan kita masing-masing, apakah lebih nyaman membuat aplikasi atau menulis di website. Toh, sama-sama menghasilkan secara finansial.

3. Jasa Pembuatan Aplikasi

Sebagai seorang developer (terutama jika sudah dikenal orang), biasanya ada aja yang ingin dibuatkan aplikasi tertentu. Misalnya aja aplikasi untuk tokonya, ingin dionlinekan kisahnya. Atau, ada juga yang ingin dibuatkan aplikasi untuk organisasinya, tempat kursusnya, atau untuk membantu pekerjaannya sehari-hari di kantor. Nah, tentu saja ini merupakan angin segar bagi setiap developer. Jadi, developer nggak hanya menggantungkan penghasilannya dari gaji, tapi bisa juga freelance mengerjakan project-project yang ditawarkan oleh klien.

4. Jasa Memperbaiki Aplikasi

Memperbaiki aplikasi itu kesulitannya bisa berada jauh di atas membuat aplikasi. Kalau kita membuat aplikasi, kita bisa menentukan pattern pengorganisasian kode-kode aplikasi, apakah itu dengan metode MVC, MVVC, frontend-restApi-backend, maupun pattern lainnya. Kalau kita memperbaiki aplikasi yang udah ada, kita nggak bakalan tau ya apakah kode-kodenya itu rapi atau berantakan.

Ya, jadi itu pengalamanku selama nyemplung di dunia pembuatan aplikasi. Moga menginspirasi.

Random Articles

3 Bentuk Hasil Build SvelteKit untuk 3 Kebutuhan Berbeda

Global Store di Vue 3

Cara Supaya Vue Auto Routing Seperti Nuxt

Raw Curly Bracket in Svelte

Cara Install Jekyll

Cari